Google+ Badge

Sabtu, 13 April 2013

LAMA LAMA MENJADI HAL BIASA

Kebejatan, agak halusnya Keruskan Moral yang disuguhkan kehadapan kita oleh Media Massa menjadikan kita miris dan terkaget-kaget. Bagaimana tidak ? Berita seorang bapak menghamili anaknya, anak kandung membunuh ayah atau ibunya, anak kandung menggugat ibunya. siswi diperkosa oleh segerombolan anak laki-laki, wanita diperkosa bergatian diangkot, Aborsi, Perzinahan,   Perampok membunuh korbannya,  Mayat manusia dipotong-potong lalu dibuang seperti sampah, Manusia dibakar hidup-hidup, Tauran  dst_dst. berita berita tersebut tak pernah putus bergantian terjadi di wilayah Indonesia. Karuan berita Korupsi para abdi negara dan penyelenggara negara menjadi menu sehari-hari.

Apa sih yang menjadi penyebab dari semua ini ? akan banyak jawaban tentunya. Saya pernah membaca beberapa tulisan bahwa salah satu penyebab kerusakan moral adalah "Ketidakpedulian", yaitu ketidak pedulian kita terhadap diri sendiri dan orang lain. 
Ketidakpedulian terhadap diri sendiri maksudnya adalah, seseorang berperilaku dan bertindak sesuka hatinya, orang lain tidak perlu turut campur atas apa yang diperbuat karena ia merasa semua akibat dari perbuatannya adalah tanggung-jawabnya, ia tidak sadar bahwa manusia memerlukan manusia lain untuk hidup atau mati.
Ketidakpedulian terhadap orang lain, sudah menjadi hukum alam bahwa manusia adalah makhluk sosial yang memerlukan manusia lainnya ubtuk berinteraksi, jadi segala tingkah-lakunya akan berakibat kepada manusia lainnya dan lingkungannya seseorang mempunyai hak individu sekaligus juga mempunyai kewajiban kelompok.

Kembali pada pokok masalah yang kita sorot. Sebenarnya Kerusakan yang terjadi akhir-akhir ini adalah  akibat dari contoh  perbuatan orang-orang yang menjadi panutan dimasyarakat, idola masyarakat, sahabat, lingkungan bahkan yang tak kalah dahsyatnya adalah di rumah. coba kita kupas satu persatu.

  • Panutan Masyarakat, banyak pemimpin sejak ORBA sampai Reformasi berperilaku menyimpang, mereka   yang seharusnya menjadi contoh baik malah beperilaku sebaliknya, sehingga membuat rakyat antipati, masabodoh. antisosial (intimidasi, korupsi, kolusi, nepotisme)
  • Idola Masyarakat, kita saksikan bagaimana seperti artis mencontohkan perilakunya yang menyimpang, sehingga dianggap wajar bagi idolanya dan mungkin para pengumbar hawa nafsu untuk dicontoh.
  • Sahabat, adalah orang-orang terdekat para kaula muda dimana untuk diterima menjadi suatu /komunitas kaula muda/ setidaknya gaya dan perilaku harus serupa, kalau tidak ikut "tidak gaul"
  • Lingkungan, sudah jelas. baik lingkungan sekitar rumah, lingkungan bermain ataupun sekolah/kampus. disinilah lingkungan yang paling dominan mempengaruhi perilaku jiwa muda. mereka melihat sendiri penyimpangan-penyimpangan perilaku sosial terjadi dan mudah mereka contoh.
  • Di rumah, /rumahku surgaku/  mengarah kesana saja sudah baik. bagaimana dengan rumah-rumah yang gersang seperti padang pasir dimusim panas, tak ada tempat berteduh, apalagi bercengkerama antara bapak-ibu-anak-anak. mereka kaum muda yang berada dalam suasana seperti itu akan mencari tempat berteduh dan yang mau mendengarkan kegundahannya di luar rumah. jika mereka mendapatkan tempat yang salah maka akibatnya bisa kita bayangkan.               

Nah inti dari semua Kebejatan atau Kerusakan Moral masyarakat adalah /Ketidakpedulian/ seperti yang digambarkan di tengah-tadi. Jika seseorang peduli terhadap dirinya ia akan perpikir panjang untuk melakukan penyimpangan perilaku sosial. karena perbuatan buruknya akan merusak masa depannya, seperti rencana berkeluarga, rencana memiliki anak (terkontaminasi atau tidak), kalau sudah berkeluarga apakah tidak khawatir akan diikuti oleh anak-anaknya ? bagaimana orang tua akan  melarang perilaku menyimpang anaknya kalau ia sendiri pelaku juga atau mantan. apa yang diterima seorang anak tentang moral yang baik akan pupus perlahan karena sehari-hari dihadapannya adalah contoh-contoh perilaku menyimpang, yang lama kelamaan dianggap biasa. Sementara masyarakat baik dikota maupun dipedesaan (mencontoh di media) tergerus moralnya disebabkan sikap individualistis, sehingga mereka banyak yang masa bodoh terhadap lingkungan pergaulan, terlebih dikota besar mereka disibukan untuk mencari materi tentunya akan mencari kompensasi dari pengorbanan berlelah-lelah dengan mencari hiburan untuk memanjakan diri sendiri dan keluarga, perilaku orang lain bukan urusannya. jika kita telaah lebih mendalam, perilaku menyimpang orang lain adalah masalah buat kita. yaitu bagaimana anak-anak kita akan menjadi generasi selanjutnya yang tentunya akan ada dari anak-anak kita mencontoh perilaku menyimpang di masyarakat. setiap hari anak-anak kita dipaksa menyaksikan perilaku menyimpang akan mereka rekam dalam memorinya. dan lama kelamaan mereka akan menganggap /perilaku menyimpang/ adalah hal biasa.

Perilakau buruk kita/masyarakat mungkin tidak langsung berakibat pada pribadi atau masyarakat secara langsung, tapi pasti akan menjadi BOM WAKTU bagi generasi selanjutnya ya anak-anak kita, lingkungan kita, bangsa kita. Lalu siapa yang dapat merubah ? jawabnya tentu "Pemerintah" dengan membuat aturan yang dapat mengantisipasi dan membuat jera pelaku  penyimpangan sosial .