Google+ Badge

Minggu, 30 Maret 2014

NEGARA BERHUKUM AL-QURAN (lanjutan)

POLITIK DI JAZIRAH ARAB MASA KECIL  MUHAMMAD S.A.W. DAN DEWASA.
   Muhammad s.a.w lahir  beberapa minggu setelah serangan Abrahah Al-Asyram ke Mekkah, dari seorang bapak Abdullah bin Abdul Muththalib dan ibu Aminah. bapaknya meninggal sebelium beliau lahir. Semasa kecil ia dibawah pengawasan kakeknya, ibunya dan kakeknya meninggal belum lagi ia beranjak besar. Sepeninggalan abdul Muththalib keadaan politik di Mekkah amat bergolak. Persaingan tajam terjadi diantara cabang-cabang keturunan Ka'ab secara terus menerus yang menyembabkan keadaan tidak menentu dalam beberapa tahun. Tak pernah terbayangkan akan ada seseorang dapat memimpin kaum Quraisy Mekkah yang sudah sedemikian rupa, kalaulah bukan cucu dari Abdul Muththalib yang dengan kedewasaannya memimpin kaum Quraisy menuju pada perdamaian, perjanjian kehidupan untuk dapat menyelamatkan harta dan jiwa mereka dari segala bahaya. Perjanjian Keamanan inilah yang ter-kenal dengan nama HILFUL FUDHUL yaitu perjanjian yang dibentuk pada 595 M. Yang berisikan untuk melindungi seluruh penduduk Mekkah baik penduduk asli maupun pendatang yang memang sengaja mencari perlindungan ke Mekkah. Walaupun ada usaha untuk menghalang-halangi kerukunan tersebut oleh Byzantium melalui orang Arab sendiri yang bernama Usman Bin Huwairis. Hal yang paling terkenal sebelum Muhammad s.a.w  menerima wahyu pada umur empat puluh. Saat Ka'bah dalam perbaikan, kelompok-kelompok kaum Quraisy berselisih paham untuk mengangkat  Batu Hitam (Hajar Aswat) yang pada akhirnya ditunjuklah cucu Abdul Muththalib untuk mengangkat Batu Hitam ke atas kain yang sekelilingnya dipegang oleh tiap-tiap kepala kelompok yang kemudian saat peletakan kedinding Ka'bah dilakukan oleh Muhammad s.a.w. Peristiwa tersebut sebagai tamsil saat kelak beliau menerima wahyu tidak ada keraguan bagi penduduk Mekkah. 
            
ESSENSI NEGARA QUR'AN
   Al-Quran. Kitab ini berisi beberapa perintah dan peraturan, yang diturunkan secara bertahap menurut situasi pada masa itu dalam waktu yang pendek dan mempunyai ungkapan sejarah yang banyak. Dalam hal ini kita tentunya hanya membahas aspek politik dari Al-Quran. Dimanapun perintah itu diturunkan tentu ada keterkaitan sejarah dan penjelasan yang menghubungkan satu sama lain.
   Tanda-tanda timbulnya garis ketentuan kehidupan politik dari Rosul Islam dimulai saat beliau menerima wahyu  sampai pada hari wafatnya. Terbukti dengan nyata selama hayatnya didalam waktu dua puluh tiga tahun. Ayat pertama yang diterimanya pada saat beliau telah berumur empat puluh tahun dan buta huruf, ayat tersebut berisi perintah untuk membaca yang mengisaratkan pentingnya membaca sebagai sumber kemajuan manusia. Demikianlah digambarkan peristiwa tersebut terjadi disuatu gua di lingkungan padang pasir yang jaraknya kira-kira dua mil dari kota Mekkah. Pengetahuan atas suatu benda yang telah dijelaskan dasar-dasarnya oleh alam menjadi kunci bagi Al-Quran. Mematuhi segala perintahnya yang diwahyukan kepada manusia dan yang menjadi rahasia bathin dan akan menjadi hukum yang abadi didunia ini, dan itu kiranya yang menjadi "bahasan" didalam mencari jalan keluar kehidupan yang serba sulit ini, yang semuanya dijelaskan didalam kitab ini. Sekalipun sudah sekian waktu namun tak akan berubah sampai masa yang akan datang.

JAMINAN YANG PERTAMA
   Dasar-dasar yang prinsip dari negara Islam yang digariskan terkenal dengan Perjanjian AQABAH ditahun 620 dan 622 M. Dilakukan oleh dua-belas orang gagah berani yang menyatakan pengabdiannya kepada Muhammad  s.a.w. disuatu tempat yang sunyi diluar Mekkah. seorang manusia duduk dibawah pohon akasia, sekumpulan orang meletakan tangannya dan bersumpah bahwa mereka akan menuruti jalan Hukum Yang Kekal yang mereka ridak akan menyembah selain Allah,mereka tidak akan mencuri, tidak melakukan perzinahan, tidak membunuh anaknya, tidak memfitnah, tidak mengumpat seseorang dan akan mematuhi kebahagiaan dan kemalangan.
   Sejak inilah mulai tertanam benih-benih keikhlasan seseorang diikuti dengan penuh kegagahan, dan pada beberapa tahun berikutnya didalam perjanjian yang kedua terjadilah perjanjian yang bulat jika diperlukan untuk mempertahankan Rasulullah didalam segala hal. Dalam tahun itu juga gangguan keamanan dan siksaan dilakukan oleh penduduk Mekkah terhadap kelompok kecil tersebut yang akhirnya hijrah ke yastrib atau kota nabi dan kemudian dinamai Madinah (kota). Disanalah pembangunan persaudaraan islam berdiri dengan tidak mengenal perbedaan bangsa, bahasa dan keturunan yang terdiri dari kaum pendatang (migran) atau kaum Muhajirin dengan kaum Ansar penduduk Madinah.

BERMARKAS DI MADINAH.
   Di Madinah kaum muslimin langsung bergaul dan hidup berdampingan dengan kaum non muslim. Bahkan pemerintahan islam yang baru tersebut tidak saja bergaul secara warga negara tetapi mereka non muslim juga dilindungi sebagaimana perlindungan yang diberikan kepada kaum muslimin . Satu pandangan politik yang tajam dan satu kebijakan yang luar biasa dari Muhammad s.a.w. yang dituangkan dalam satu Charter (Perjanjian) didalamnya dinyatakan jaminan-jaminan terhadap kaum non muslim dengan segala harta benda-nya, sehingga umat manusia yang berada di kota yastrib itu menjadi satu bangsa yang besatu padu, dan siapa yang melakukan kesalahan akan mendapat hukuman apapun kepercayaannya. Warganegara dipanggil atas dasar yang sama untuk mempertahankan negaranya apabila diperlukan. Sedangkan segala sesuatu yang terjadi selanjutnya akan ditetapkan dengan pimpinan Rasulullah.
   Sudah selayaknya, bagi siapa yang telah diberi perlindungan dengan kehormatan dengan cara kebebasan dan kesadaran, seyogyanya mereka menyadari supaya mentaati perjanjian tersebut. Tetapi tidak demikian halnya dengan kaum Yahudi, mereka melakukan pemberontakan terhadap pemerintah dibantu kaum kafir Mekkah. Atas peristiwa ini Rasulullah memperbaharui kembali Perjanjian dengan kaum Nasrani Najran yakni dijaminnya segala keselamtan mereka, harta benda, agama dengan peribadatannya, sehingga tidak seorangpun Bishop, Pastur atau Pendeta merasa perlu pindah karena takut dan ragu-ragu dari gangguan. Tidak ada persepuluh yang ditarik dari mereka sebagai pajak, sehingga mereka tidak merasa perlu untuk mengangkat senjata.
   Sejarah menyaksikan bahwa perjanjian-perjanjian yang besar tersebut bukan karena perdamaian pepera-ngan, atau peletakan senjata dengan paksa. Kaum Yahudi telah terusir satu persatu dari Mekkah, dan Nabi s.a.w. mengirimkan pasukan terhadap kaum Nasrani Ghassan karena telah membunuh utusan perdamaian. Bagaimanapun Rasulullah sebelum wafatnya telah menyatukan seluruh Jazirah Arab dalam satu kekuasaan dan satu hukum yang tidak pernah terjadi sebelumnya. Keadaan politik yang ajaib ini menunjukkan kesatuan pendapat yang sempurna, yang semula mereka menyembah berpulu-puluh ribu dewa-dewa buatan, dengan rela mereka lemparkan sebagai bukti ketaatan atas petunjuk yang disampaikan oleh Nabi Muhammad s.a.w. Dengan peristiwa yang dikenal sebagai Haji Perpisahan pada tanggal  7 Maret 632 di Padang Arafah. Rasulullah menyatakan kepuasannya terhadap kaumnya dengan menyapaikan beberapa wasiat. Selang kira-kira dua bulan tepatnya pada tanggal 8 Juni 632 Nabi besar inipun wafat, meninggalkan dunia yang fana ini.                               
                        

Minggu, 16 Maret 2014

PKS Memasuki Tahap II

Pada kampanye perdana di Stadion Gelora Bung Karno 16 April 2014 ratusan ribu simpatisan PKS berbondong-bondong menuju GBK sekaligus memutihkannya dengan hanya tersisa hijau oleh rumput lampangan bola. Wajah wajah ikhlas terpancar pada mereka yang mendatangi GBK. Saya amati kendaraan yang digunakan lebih banyak kendaraan pribadi dibandingkan dengan bus, itu artinya mereka yang datang kesana adalah benar-benar orang-orang yang tergerak untuk ikut berpartisipasi. Tidak ada hingar bingar yang memekakan telinga dan asap dari kenalpot. Macet ? ya sudah pasti karena situasinmya seperti PSSI bertanding final dengan tim luar negeri. Dari beberapa kampanye PKS yang saya ikuti ada suasana yang jauh berbeda dari pemilu pemilu sebelumnya. "Kobarkan Semangat Indonesia" , "Indonesia Cinta PKS" demikian selogannya. 

Kecintaannya terhadap Indonesia membuat PKS melakukan Psikologi Politik. Tahap awal "PK" masih dianggap puritan dari segi penampilan. Seiring berjalan waktu dan masukan dari para simpatisan, PKS bisa mengakomodir kaum muda yang gandrung akan budaya pop dan dinamis. Saya berprasangka baik, apa yang dilakukan PKS bukanlah pragmatisme tapi hal tersebut dilakukan demi Kemaslahatan Umat. Sehingga "PKS Tetap di Hati"                  

   
  .