Selasa, 06 Mei 2014

"DIALOG USTADZ LURUS DENGAN PEMUJA SETAN"

"DIALOG USTADZ DENGAN PEMUJA SETAN"

USTANDZ LURUS = UL
PENGGUNA JIN (PEMUJA SETAN)= PJ

PJ =Assalamua`alaikum Pak Ustadz
UL =Waalaikum salam Wr Wb. silahkan .....
kalau boleh tau bpk siapa yah ? seperti baru lihat nih ?
PJ = O..iya ma`af pak Ustadz nama saya Lanang, memang saya baru kesini mao minta tolong, kata orang2 pak ustandz bisa menolong.
UL =Tolong apa ? 
PJ = Begini pak Ustadz, bulan purnama depan saya mau tarung Ilmu Santet. Dalam hitungan sih... saya bakalan menang. tapi biar lebih yakin saya minta dijagain lagi, gitu pak ustadz.
UL = Hmm ma`af saya ga bisa apa2 (pelan), cari tempat lain aja dah, benar.. saya enggak bisa yang begitu2an.
PJ = Tolong dong pak ustadz.. (sambil merunduk sungkem, tapi segera ditolak).
UL = Udah deh, ma`af saja saya bener2 enggak bisa, kamu paksa kayak apapun saya enggak bisa. Tapi kalau boleh tahu, apa sih tujuan kamu bermain-main seperti itu.
PJ = Supaya dibilang kuat, pak ustadz
UL = Setelah itu..
PJ = Mungkin bangga.. Pak ustadz
UL = Terus apa lagi ?
PJ = Apa ya....? pokoknya gitulah pak Ustadz.
UL = Gitu gimana ? Ya..sudah.. kamu kan sudah punya kehebatan ngapain juga kemari buang2 waktu. minta sama saya yg enggak punya kehebatan macam kamu. maaf aja yah.
PJ = Begini pak ustadz... kalau memang pak ustadz seperti itu, tolong hilangkan saja  ilmu santet yg sudah saya pelajari.
UL = Lho kok gitu ! malah ngambek, kamu sudah belajar Santet berapa tahun ? mungkin sudah lama ? 
PJ = 10 tahun lebih pak ustadz, terus terang sebenernya saya sudah lelah
tapi kalau saya berhenti gengsi dong, jadi bulan2an musuh2 saya.
UL = Oo.. gitu, tapi kok kamu minta dihilangkan ? kenapa juga mau dihilangkan? kamu sudah korban waktu, tenaga bahkan biaya yang tidak sedikit. tapi kalau kamu memang niat mau membuang ilmu santet dari diri kamu, itu mudah.           
PJ = Bener pak ustadz ? (dg suara sedikit meninggi campur senang)waduh paaak, sampai sekarang saya harus menyiapkan biaya untuk minyak2 dari yang harganya ratusan ribu sampai jutaan, belum lagi waktu saya hampir separuh hari buat ngurus Jin-jin tersebut. Kira kira berapa bulan pak ustadz ?
UL = Cukup satu Minggu paling lama, Ilmu Santet kamu hilang. Sekarang kamu pulang dulu, merenung dulu, persiapkan diri dan pikirkan matang2 yah.., minum dulu airnya tuh.
PJ = Iya.. terima kasih (meraih cangkir... glek glek, sambil bingung), 
UL = Kalau kamu sudah mantab, besok kemari lagi
PJ = iya pak ustadz terima kasih, pamit dulu ..Assalamualaikum
UL = Waalaikum salam Wr Wb.

(Esok hari)

PJ= Assalamu`alakum Pak ustadz
UL=Wa`alaikumsalam Wr Wb.....? mas Lanang ya ? gimana ?
PJ=Saya siap Pak Ustadz
UL=Siap bagaimana ?
PJ=Saya mau hilangkan semua ilmu santet yang ada disaya.
UL=Alhamdulillah kalau mas lanang sudah mantab

(setelah bincang2 sejenak)
UL= Mass Lanang percaya sama Allah ?
PJ=Percaya pak Ustadz, kan saya juga sholat, ngaji juga bisa
UL=Menurut mas Lanang, Allah siapa ?
PJ= Tuhan Yang Maha Esa.
UL=Trus apa lagi ?
PJ=Maha Kuasa, Maha Pencipta, Maha Pengasih, Maha Penyayang
pokoknya banyak pak ustadz.
UL=Semua yang mas Lanang sebutin bener, jadi manusia seperti saya, mas Lanang, musuh mas Lanang, semua manusia ciptaan Allah bukan ?
PJ= Ciptaan Allah 
UL=Malaikat dan Jin ciptaan siapa ?
PJ=Allah juga pak ustadz.
UL=Jika demikian manusia dan jin sama sama makhluk ciptaan Allah, kenapa manusia merasa lebih hebat atau harus tunduk terhadap makhluk lain sehingga sesama makhluk ada yg ingin dipuja puja atau menghambakan diri kepada makhluk lainnya.
PJ= Astagfirullah..Pak ustadz. saya harus bagaimana dong? sementara musuh saya terus menyerang kalau tak dilawan bagaimana?
UL=Karena Allah yang menciptakan kita, Allah  pula yang dapat melindungi kita dari makhluk makhluk ciptannya. kita terima apapun yang diberikan oleh Allah, karena kita tidak mempunyai daya upaya apa apa selain dengan izinnya. Dengan berserah dihadapan Allah, hati kita akan tenang. sehebat apapun ilmu manusia atau jin dihadapan Allah tak berarti apa-apa. 
PJ= Kok bisa begitu pak ustadz ?
UL= Karena Allah yang menciptakan kita,  kaaan ? lalu apa yang Allah tidak tahu apa yang ada didalam diri makhluknya ? Apa tidak malu kita sebagai makhluk Allah membanggakan merasa lebih hebat dari makhluk lainnya?  Sekarang kembali pada keinginan kamu untuk membuang ilmu santet yang kamu pelajari, kamu cukup hanya berserah diri dihadapan Allah mohon perlindunganNya, jika sudah begitu.. Apakah Allah akan diam saja kalau ada makhluk ciptaannya berserah diri sambil memohon perlindungan? juga sudah sepantasnya kita meminta sesuatu kepada yang menciptakan kita dan bukan kepada sesama makhluk. Sebagai perbandingan apakah kita akan mendiamkan anak kita yang memohon perlindungan dari kita? apakah kita akan membiarkan benda kesayangan tanpa dirawat?, Begitu juga Allah, akan menyongsong hambanya yang meminta padaNya dan akan menjagaNya sepanjang waktu bagi makhluknya yang meminta PerlindunganNya. Saya rasa cukup segitu aja. mudah-mudahan bisa dipahami.
PJ=InsyaAllah pak ustadz. lalu kapan saya mulai belajarnya untuk melepas ilmu santet yang ada didiri saya dan menolak santet dari musuh saya?

UL=Sekarang kamu pulang (sementara PJ bingung), nanti sampe dirumah buang semua benda benda yang menjadi perantara jin-jin peliharaanmu, Jika kamu diserang oleh musuhmu pasrahkan dirimu pada yang menciptakannmu dan jangan berkeinginan untuk membalas. InsyaAllah jika mas Lanang ikhlas melakukannya, dalam jangka satu minggu akan terasa perbedaannya.

PJ=Terima kasih pak ustadz (tambah bingung karena tak ada benda atau sebaris mantera yg diberikan dari pak ustadz 

SINGKAT CERITA :
Sesampainya dirumah,  pak lanang langsung melakukan apa yang disarankan  Ustadz Lurus. seperti minyak jin, keris, batu mulia, dan benda lain untuk praktek santet dibuang ke Got / saluran air belakang rumahnya.

Malam pertama setelah dialog dengan pak ustadz, seperti biasa pak lanang mendapat serangan santet dari musuhnya (biasanya terjadi pertarungan), tapi malam itu pak lanang tidakl melakukan apapun, selain ucapan penyerahan diri dan ketidakberdayaannya yang disampaikan kepada Allah yang menciptakannya. alhasil malam itu tidak terjadi perng santet.
Malam keduapun begitu, serangan datang lebih bringas lagi, bahkan mengancam akan menghabisi keluarganya jika pak lanang tak mau bertarung. benar saja tak lama kemudia suara anak dan istrinya terdengar karena diganggu. pak lanang sedikit goyah.., tapi ia sudah mantab bahwa Allah akan melindunginya. dan apa yang terjadi dengan anak dan istri ia sudah tahu sekedar trik syetan untuk menggoyahkan hati manusia. malam itu berlalu sebagaimana malam pertama.            
Malam ketiga... pak lanang dan keluarga sama sama bersimpuh berserah diri pada Allah, berjaga jaga dari serangan santet. tapi sampai larut malam dan tanpa terasa mereka tertidur pulas sampai waktu subuh (menurut pak lanang suatu pengalaman baru selama 10 tahun ia hampir tak pernah tidur malam hari, karena bermain-main dengan jin).
Malam keempat pak lanang bermimpi didatangi jin-jin peliharaannya, mereka marah-marah dan mengejek kalau pak lanang telah memcampakan mereka begitu saja juga ancaman tehadap keluarga  jika pak lanang menyia-nyiakan mereka, tapi pak lanang tidak menanggapi.
Malam kelima sama seperti malam ketiga tak terjadi apa apa.
Keesokan harinya setelah menelepon, pak lanang datang ke rumah pak ustadz lurus. diceritakan semua kejadian yang dialami kepada pak ustadz.

JAWABAN USTADZ LURUS
Alhamdulillah apa yang mas lanang niatkan disertai ikhtiar telah Allah kabulkan, InsyaAllah dengan keinginan yang tulus semua terjadi dengan lancar tanpa insiden sedikitpun. pak lanang menyela "Tapi kok bisa semudah itu pak ustadz ?"
Begini mas lanang... apa yang bisa diperbuat oleh makhluk jika seorang hamba sudah berserah pada yang menciptakannya Yang Maha Gagah juga Maha Perkasa. karena syetan tidak akan mampu berbuat apa apa terhadap orang yang sudah berserah pada Allah Subhanahuwataala. namun syetan syetan akan selalu mencoba membisikan ketakutan ketakutan yang akan menimpa seseorang bahkan mengancam keluarga agar seseorang ciut hatinya. syetan itu semakin 
semakin kita mendekat pada Allah semakin keraslah godaan mereka. para syetan tidak akan akan mundur oleh penampilan manusia mereka akan mencari celah dari manapun mereka bisa menggelincirkan manusia dan jin dari dalam kesesatan. syetan hanya takut pada mereka yang bersih hatinya dan hanya ada Allah didalamnya. Makanya jangan heran kalau ada orang-orang yang mengerti agama (dengan segala sebutan), tapi perbuatannya jauh dari ajaran agama.
Menurut syetan, para munafikin dan pelaku maksiat menggoda mereka adalah pekerjaan ringan, tanpa digodapun mereka sudah sesat.
Demikian Nasehat yang disampaikan Ustadz Lurus kepada Pak Lanang.

Dengan haru dan rasa syukur yang dalam pada Allah Swt. dan dengan arahan Ustadz Lurus, pak lanang sangat  berterima kasih sekali. ia tidak menyangka hanya dengan keinginan yang tulus dan berpasrah pada Allah Swt. ia merasa sudah sembuh dari penyakit hati (sombong, takabur, ujub)  yang ia derita selama ini dan tanpa biaya sepeserpun. Maha Suci Allah.

Ini adalah kisah nyata yg dituturkan pada penulis dan sengaja bukan nama sebenarnya
Kisah ini menarik, karena berbeda dari pengalaman  orang orang yang ingin bebas dari beban ilmu santet/ilmu hitam
InsyaAllah dapat kita jadikan instropeksi apakah kita sudah berserah pada Allah Swt.

Kamis, 03 April 2014

CABE2an menjadi LUCU2an


CABE2an/GREMPANG/PEREK/BADAK dan istilah lainnya hanyalah kata yang diplesetkan,
awalnya hanya gadis2 belia yang ingin eksis di lingkungan sebayanya yang TIDAK BEGITU MEMENTINGKAN MATERI, mereka HANYA MENGEJAR KESENANGAN.
Bahkan dengan berseloroh kita katakan mereka bisa diajak kencan dengan hanya sebungkus gado-gado, yang penting sama-sama asik.

Cabe2an denga ciri2 awal  Jins belel separuh paha, nangkring dimotor sambil cekakak cekikik gak jelas,
bertigaan, berseliweran ngabisin bensin, atau menuju tempat tongkrongan sekaligus mejeng.  
Istilah-istilahpun keluar sesuai zamannya dan hanya antar mereka yang tahu apa maksud istilah tersebut.
Menjadi lebih bermasalah, ketika diantara mereka yang berperilaku sama mempunyai tujuan berbeda yakni
(mengejar materi semata). Mirisnya sekarang ini banyak diantara mereka yang berada dalam usia sekolah dan sambil bersekolah pula menjadi CABE benaran (kalau tak ingin disebut Pe eS Ka).

Maraknya penomena Cabe2an ABG, disebabkan  oleh gencarnya godaan untuk menjadi anak gaul
yang dibalut oleh benda2 atau gaya hidup yang mungkin menurut mereka melambangkan keGAULan
(mulai dari Gatget, Busana, Sepatu, Gaya Rambut, Karaokean, Bersantap di Cafe dst-dst)
Mereka yang tak mampu bertahan dengan godaan akan terbawa kealam mimpi yang harus terwujud
akhirnya sifat HEDONISME (berperilaku serba boleh) untuk mendapatkan yang diinginkanpun dilakukan.
Mereka akan melakukan apa saja asalkan yang diimpikan terwujud, salah satunya menjadi CABE Beneran.
Cerita seperti ini akan terus ada  dengan istilah yang berbeda atau akan mengalami siklus istilah.

Sebenarnya Perilaku Menyimpang yang disebut dengan Cabe-cabean dan sejenisnya merupakan cabang dari perilaku SEX BEBAS/FREE SEX yang bertujuan kesenangan semata.Yang menyedihkan istilah Cabe-Cabean yang dibuat Guyonon oleh media atau lingkungan pergaulan bukan lagi menjadi hal yang memalukan, gadis2 ABG dipanggil "Cabe" tidak akan marah apalagi mengamuk paling-paling hanya senyum atau malah balik mengolok-olok " Lu Tuh Yang Terong" atau "Lu tuh Yang Cabe". Secara Psikologis Situasi tersebut memberi kenyamanan para penjaja sex ABG, karena tak ada penolakan terhadap Cabe2an, bahkan terkesan sebagai profesi yang menjanjikan.

Cabe Beneran atau Pekerja Sex Komersial dan sejenisnya, sekarang digeneralisir menjadi cabe2an.
sementara cabe2an seolah-olah bukan perbuatan menyimpang. bahkan CABE2an terkesan LUCU2an      

Minggu, 30 Maret 2014

NEGARA BERHUKUM AL-QURAN (lanjutan)

POLITIK DI JAZIRAH ARAB MASA KECIL  MUHAMMAD S.A.W. DAN DEWASA.
   Muhammad s.a.w lahir  beberapa minggu setelah serangan Abrahah Al-Asyram ke Mekkah, dari seorang bapak Abdullah bin Abdul Muththalib dan ibu Aminah. bapaknya meninggal sebelium beliau lahir. Semasa kecil ia dibawah pengawasan kakeknya, ibunya dan kakeknya meninggal belum lagi ia beranjak besar. Sepeninggalan abdul Muththalib keadaan politik di Mekkah amat bergolak. Persaingan tajam terjadi diantara cabang-cabang keturunan Ka'ab secara terus menerus yang menyembabkan keadaan tidak menentu dalam beberapa tahun. Tak pernah terbayangkan akan ada seseorang dapat memimpin kaum Quraisy Mekkah yang sudah sedemikian rupa, kalaulah bukan cucu dari Abdul Muththalib yang dengan kedewasaannya memimpin kaum Quraisy menuju pada perdamaian, perjanjian kehidupan untuk dapat menyelamatkan harta dan jiwa mereka dari segala bahaya. Perjanjian Keamanan inilah yang ter-kenal dengan nama HILFUL FUDHUL yaitu perjanjian yang dibentuk pada 595 M. Yang berisikan untuk melindungi seluruh penduduk Mekkah baik penduduk asli maupun pendatang yang memang sengaja mencari perlindungan ke Mekkah. Walaupun ada usaha untuk menghalang-halangi kerukunan tersebut oleh Byzantium melalui orang Arab sendiri yang bernama Usman Bin Huwairis. Hal yang paling terkenal sebelum Muhammad s.a.w  menerima wahyu pada umur empat puluh. Saat Ka'bah dalam perbaikan, kelompok-kelompok kaum Quraisy berselisih paham untuk mengangkat  Batu Hitam (Hajar Aswat) yang pada akhirnya ditunjuklah cucu Abdul Muththalib untuk mengangkat Batu Hitam ke atas kain yang sekelilingnya dipegang oleh tiap-tiap kepala kelompok yang kemudian saat peletakan kedinding Ka'bah dilakukan oleh Muhammad s.a.w. Peristiwa tersebut sebagai tamsil saat kelak beliau menerima wahyu tidak ada keraguan bagi penduduk Mekkah. 
            
ESSENSI NEGARA QUR'AN
   Al-Quran. Kitab ini berisi beberapa perintah dan peraturan, yang diturunkan secara bertahap menurut situasi pada masa itu dalam waktu yang pendek dan mempunyai ungkapan sejarah yang banyak. Dalam hal ini kita tentunya hanya membahas aspek politik dari Al-Quran. Dimanapun perintah itu diturunkan tentu ada keterkaitan sejarah dan penjelasan yang menghubungkan satu sama lain.
   Tanda-tanda timbulnya garis ketentuan kehidupan politik dari Rosul Islam dimulai saat beliau menerima wahyu  sampai pada hari wafatnya. Terbukti dengan nyata selama hayatnya didalam waktu dua puluh tiga tahun. Ayat pertama yang diterimanya pada saat beliau telah berumur empat puluh tahun dan buta huruf, ayat tersebut berisi perintah untuk membaca yang mengisaratkan pentingnya membaca sebagai sumber kemajuan manusia. Demikianlah digambarkan peristiwa tersebut terjadi disuatu gua di lingkungan padang pasir yang jaraknya kira-kira dua mil dari kota Mekkah. Pengetahuan atas suatu benda yang telah dijelaskan dasar-dasarnya oleh alam menjadi kunci bagi Al-Quran. Mematuhi segala perintahnya yang diwahyukan kepada manusia dan yang menjadi rahasia bathin dan akan menjadi hukum yang abadi didunia ini, dan itu kiranya yang menjadi "bahasan" didalam mencari jalan keluar kehidupan yang serba sulit ini, yang semuanya dijelaskan didalam kitab ini. Sekalipun sudah sekian waktu namun tak akan berubah sampai masa yang akan datang.

JAMINAN YANG PERTAMA
   Dasar-dasar yang prinsip dari negara Islam yang digariskan terkenal dengan Perjanjian AQABAH ditahun 620 dan 622 M. Dilakukan oleh dua-belas orang gagah berani yang menyatakan pengabdiannya kepada Muhammad  s.a.w. disuatu tempat yang sunyi diluar Mekkah. seorang manusia duduk dibawah pohon akasia, sekumpulan orang meletakan tangannya dan bersumpah bahwa mereka akan menuruti jalan Hukum Yang Kekal yang mereka ridak akan menyembah selain Allah,mereka tidak akan mencuri, tidak melakukan perzinahan, tidak membunuh anaknya, tidak memfitnah, tidak mengumpat seseorang dan akan mematuhi kebahagiaan dan kemalangan.
   Sejak inilah mulai tertanam benih-benih keikhlasan seseorang diikuti dengan penuh kegagahan, dan pada beberapa tahun berikutnya didalam perjanjian yang kedua terjadilah perjanjian yang bulat jika diperlukan untuk mempertahankan Rasulullah didalam segala hal. Dalam tahun itu juga gangguan keamanan dan siksaan dilakukan oleh penduduk Mekkah terhadap kelompok kecil tersebut yang akhirnya hijrah ke yastrib atau kota nabi dan kemudian dinamai Madinah (kota). Disanalah pembangunan persaudaraan islam berdiri dengan tidak mengenal perbedaan bangsa, bahasa dan keturunan yang terdiri dari kaum pendatang (migran) atau kaum Muhajirin dengan kaum Ansar penduduk Madinah.

BERMARKAS DI MADINAH.
   Di Madinah kaum muslimin langsung bergaul dan hidup berdampingan dengan kaum non muslim. Bahkan pemerintahan islam yang baru tersebut tidak saja bergaul secara warga negara tetapi mereka non muslim juga dilindungi sebagaimana perlindungan yang diberikan kepada kaum muslimin . Satu pandangan politik yang tajam dan satu kebijakan yang luar biasa dari Muhammad s.a.w. yang dituangkan dalam satu Charter (Perjanjian) didalamnya dinyatakan jaminan-jaminan terhadap kaum non muslim dengan segala harta benda-nya, sehingga umat manusia yang berada di kota yastrib itu menjadi satu bangsa yang besatu padu, dan siapa yang melakukan kesalahan akan mendapat hukuman apapun kepercayaannya. Warganegara dipanggil atas dasar yang sama untuk mempertahankan negaranya apabila diperlukan. Sedangkan segala sesuatu yang terjadi selanjutnya akan ditetapkan dengan pimpinan Rasulullah.
   Sudah selayaknya, bagi siapa yang telah diberi perlindungan dengan kehormatan dengan cara kebebasan dan kesadaran, seyogyanya mereka menyadari supaya mentaati perjanjian tersebut. Tetapi tidak demikian halnya dengan kaum Yahudi, mereka melakukan pemberontakan terhadap pemerintah dibantu kaum kafir Mekkah. Atas peristiwa ini Rasulullah memperbaharui kembali Perjanjian dengan kaum Nasrani Najran yakni dijaminnya segala keselamtan mereka, harta benda, agama dengan peribadatannya, sehingga tidak seorangpun Bishop, Pastur atau Pendeta merasa perlu pindah karena takut dan ragu-ragu dari gangguan. Tidak ada persepuluh yang ditarik dari mereka sebagai pajak, sehingga mereka tidak merasa perlu untuk mengangkat senjata.
   Sejarah menyaksikan bahwa perjanjian-perjanjian yang besar tersebut bukan karena perdamaian pepera-ngan, atau peletakan senjata dengan paksa. Kaum Yahudi telah terusir satu persatu dari Mekkah, dan Nabi s.a.w. mengirimkan pasukan terhadap kaum Nasrani Ghassan karena telah membunuh utusan perdamaian. Bagaimanapun Rasulullah sebelum wafatnya telah menyatukan seluruh Jazirah Arab dalam satu kekuasaan dan satu hukum yang tidak pernah terjadi sebelumnya. Keadaan politik yang ajaib ini menunjukkan kesatuan pendapat yang sempurna, yang semula mereka menyembah berpulu-puluh ribu dewa-dewa buatan, dengan rela mereka lemparkan sebagai bukti ketaatan atas petunjuk yang disampaikan oleh Nabi Muhammad s.a.w. Dengan peristiwa yang dikenal sebagai Haji Perpisahan pada tanggal  7 Maret 632 di Padang Arafah. Rasulullah menyatakan kepuasannya terhadap kaumnya dengan menyapaikan beberapa wasiat. Selang kira-kira dua bulan tepatnya pada tanggal 8 Juni 632 Nabi besar inipun wafat, meninggalkan dunia yang fana ini.                               
                        

Minggu, 16 Maret 2014

PKS Memasuki Tahap II

Pada kampanye perdana di Stadion Gelora Bung Karno 16 April 2014 ratusan ribu simpatisan PKS berbondong-bondong menuju GBK sekaligus memutihkannya dengan hanya tersisa hijau oleh rumput lampangan bola. Wajah wajah ikhlas terpancar pada mereka yang mendatangi GBK. Saya amati kendaraan yang digunakan lebih banyak kendaraan pribadi dibandingkan dengan bus, itu artinya mereka yang datang kesana adalah benar-benar orang-orang yang tergerak untuk ikut berpartisipasi. Tidak ada hingar bingar yang memekakan telinga dan asap dari kenalpot. Macet ? ya sudah pasti karena situasinmya seperti PSSI bertanding final dengan tim luar negeri. Dari beberapa kampanye PKS yang saya ikuti ada suasana yang jauh berbeda dari pemilu pemilu sebelumnya. "Kobarkan Semangat Indonesia" , "Indonesia Cinta PKS" demikian selogannya. 

Kecintaannya terhadap Indonesia membuat PKS melakukan Psikologi Politik. Tahap awal "PK" masih dianggap puritan dari segi penampilan. Seiring berjalan waktu dan masukan dari para simpatisan, PKS bisa mengakomodir kaum muda yang gandrung akan budaya pop dan dinamis. Saya berprasangka baik, apa yang dilakukan PKS bukanlah pragmatisme tapi hal tersebut dilakukan demi Kemaslahatan Umat. Sehingga "PKS Tetap di Hati"                  

   
  .           

Jumat, 10 Januari 2014

NEGARA BERHUKUM AL-QURAN (lanjutan)

Postingan ini merupakan kutipan dari buku yang berjudul  "MEMPELAJARI PENDAPAT SARJANA SARJANA ISLAM, TENTANG ADMINISTRASI NEGARA" oleh Haroon Khan Sherwani, disalin oleh M. Arief Lubis, terbitan Tintamas Jakarta tahun 1964.


SILSILAH  NABI  MUHAMMAD S.A.W

FIHR (QURAISY)
|
GHALIB
|
KA'AB
           ____________________________________________________________________________
           |                                                                                                                                              
      MURRAH                                                                              HUSHAISH                                              'ADI
             |____________________________________________                                                          
       KILAB                         TAIM                              YAQTAH
              |
      QUSAI      
      ABDUL  MANAF
                                                                                  WALID            QAIS
                                                                                  HALID          HARITS      
                                         USMAN                                                                                                          KHATTAB
                                        ABDULLAH
              |                        ABU BAKAR                                                                                                      UMAR 
              .                                                                                                                                                       ,
      ABDUL 'UZZA              ABDUD-DAR                      HASYIM                       ABDUSYSYAM                 NAUFAL              
          ASAD                                                               SYAIBAN
                                                                        (ABDUL MUTHTHALIB)                                                     A M R
                                                                                          |                           UMAYYAH
                                                                   _______________________            HARB                            HARITS
                                                           ABDULLAH   ABU THALIB     ABBAS           |
                                          TALHAH           |                                               _______________
                                                           MUHAMMAD     ALI                    SAFWAN         ABU SUFYAN 
                                                              S.A.W             
                                                    



   


Jumat, 27 Desember 2013

NEGARA BERHUKUM AL-QURAN

Postingan ini merupakan kutipan dari buku yang berjudul  "MEMPELAJARI PENDAPAT SARJANA SARJANA ISLAM, TENTANG ADMINISTRASI NEGARA" oleh Haroon Khan Sherwani, disalin oleh M. Arief Lubis, terbitan Tintamas Jakarta tahun 1964. 

Bab I.  
NEGARA BERHUKUM AL-QURAN
( 610 - 632 )

   Dikala kita mempelajari berbagai hal di masa dahulu yang berhubungan pendapat politik diantara Muslimin, ada satu hal yang menyebabkan menjadi arus deras dari gelanggang politik yang selalu mengalir dari tahun ke tahun dan dari abad keabad. melalui bukit dan lurah, melampaui lapangan dan pegunungan yang berkuasa merobah keadaan yang dilaluinya, bumi yang dijajahnya dan terkadang nampaknya sementara melakukan pembentukan atas daerah yang dilaluinya, semua itu hanya karena kekuatan iman yang sederhana, yang tetap menjadi "essensi" seperti sedari dahulu. Satu hal yang menjadi pertimbangan yang dianggap melebihi dari keseluruhan sebagai essensi yang "orsinil" dari seluruh pendapat pendapat. Kepentingan yang maha besar itu berhubungan dengan beberapa hal. Terutama dengan masyarakat Arab dizaman kuno menjelang kedatangan kitab Al-Quran, tentulah amat sukar memaksakan satu konsepsi politik kalau dibanding dengan masyarakat dunia lainnya. Keadaan beberapa abad sebelumnya dinegeri Arabia. Sebelum segala sesuatunya, perbedaan yang manis  diantara faktor faktor yang secara politis dan yang tidak adalah satu pendapat yang amat modern dan sama sekali tidak dikenal didalam sejarah kehidupan manusia beberapa abad yang lalu.  Kemerdekaan dan cara mengeluarkan pendapat politik sudah lama berlaku dimasyarakat dan terus mengalami perobahan dari waktu ke waktu dalam kehidupan masyarakat. Dan dalam hal itu tidaklah pantas jika hal tersebut ditutup-tutupi latar belakangnya. Sedang gambaran yang dikeluarkan tidak dengan sebenarnyadan hanya menyelubungi. Padahal sebegitu jauh politik aspek dari Al-Quran dicatat, suatu pekerjaan berat yang belum pernah dilakukan sebelumnya            

Keadaan Sebelumnya.

   Dengan tidak mencoba untuk memberi pendapat hubungan antara negara secara Al-Quran dan organisasi politik dari negara negara yang berbatasan dengan dengan semenanjung Arabia, awal mula penyebaran agama yang dibawa oleh Muhammad s.a.w. tentunya mudah dipahami keadaan saat itu. kita hanya sedikit mengetahui tetang mereka, lebih lebih keadaan politik negara negara  Arabia sekitar enam abad sebelum kelahiran Al-Masih. Tanah Arabia saat itu dibatasi sebelah utara oleh dua kerajaan yang perkasa yaitu Persia dan Byzantium. Persia dan Asia Tengah sudah terpengaruh kebudayaan barat, sementara Byzantium terpengaruh langsung oleh Gerik Kuno atau Rumania. itulah sebabnya menjadi menarik untuk diketahui beberapa hal tentang organisasi kerajaan ini dan organisasi dari semenanjung Arabia baik yang menjadi persamaan maupun perbedaannya.

Iran Masa Menjelang Islam.

   Iran terkenal dengan hubungan sejarahnya yang jauh kebelakang kepada sejarah kerajaan kerajaan Gerik dan Rumania yaitu sejak beribu ribu tahun, dan dimasa yang baru lampau Iran mulai memberi satu percontohan dari kesatuan dan sentralisasi yang nampak nampaknya begitu sukar untuk menyelesaikan apa yang dialaminya. Pada akhir abad keenam masehi masa CHUSRU ANUSSIRWAN (531-579) rakyat masih banyak yang primitif. Bangsa Iran terbagi dalam empat kasta mulai dari yang tertinggi seperti pendeta, hakim (Mobeds), prajurit dan tukang atau petani. sebagai simbol kesatuan politik adalah SYAHINSYAH, dinamai demikian karena dia menjadi tuan besar di gubernuran dan juga menjadi VASSAL yaitu anak raja yang memerintah wilayah wilayah yang luas dari kerajaan, seperti HIRAH di Arabia. diatara golongan "Otokrasi" yang tertinggi adalah MARZBANZ (Penjaga Barisan), dan PAHLAVIS golongan berdarah hijau dari ARSACIDES dan golongan pahlawan prawira yang dihormati dari Iran-Spah-Pad atau Generalisme serta komando berkuda. Penguasa penguasa ini menguasai tanah yang luas dan hasilnya masuk kantong sendiri tanpa kewajiban apapun (Otokrasi). Dalam kerajaan terdapat kabinet terdiri dari
  1. HAZARPET ( Wazir Besar )
  2. MOBEDAN MOBED (Kepala Pendeta)
  3. HARBAD (Pengawal Api Suci)
  4. DABIR (Kepala Sekretaris)
  5. STAH-PAD (Panglima Perang)  

      SYAHINSYAH Membentuk roda administrasi pemerintahan.  Dia menjadi gambaran dari rakyat, menjadi pusat dari kerajaan dan menjadi sumber dari segala arus kehormatan. Hanya dalam hal hal tertentu dia harus menampilkan dirinya di hadapan orang banyak, apabila dia harus tampil dihadapanan  orang banyak pastinya berada dalam kebesaran dan hari-hari yang dimuliakan, dengan pakaian kebesaran, sebuah mahkota yang berat  menjulang diatas kepala dan muncul diatas tempat yang tinggi dihiasi rantai emas, duduk diatas singasana keemasan, sedang putera-putera kerajaan memakai pakaian yang indah dan mahal yang disulam dan melindunginya dari pandangan orang banyak sehingga sampai waktunya untuk diperlihatkan diatas kebesarannya kepada umum.

   Hampir jarang sekali ketika itu masyarakat yang sadar akan perudang-undangan, dan Iran pun tidak terkecuali. Oleh sebab itu amat sedikit  perundang-undangan disampaikan pada perkuliahan Mobeds sebagai gudang ilmu bagi agama MAZDEAN, yang dibangun sejak masa permulaan suku MAGI kuno. Rakyat dipikulkan kewajiban, orang-orang tertinggi/terpelajar memberikan pendidikan, menjatuhkan denda pada pelanggar undang-undang. Pelanggaran murtad dan penghianatan dihukum mati, hukuman lainnya seperti pembutaan, penyaliban, pelemparan-batu (rajam) atau dibiarkan mati kelaparan. Sesudah lahirnya agama Kristen, pembawa salib dianggap orang yang istimewa. Dan lama kelamaan iran lebih rapat pergaulannya dengan tetangga yang berdekatan yaitu Byzantium yang dihormati.

   Pajak tanah telah diberlakukan di Iran lama sebelum Islam datang. Kemudian diteruskan permulaan zaman Khalifah. Pajak yang utama adalah pajak tanah dinamai KHARAJ, besarnya menurut hasil panen kemudian hasil pajak dibagi secara proporsional menurut jumlah penduduk ditiap-tiap wilayah. Pajak ditetapkan dari yang seperenam sampai sepertiga dari penghasilan. Pajak lain yang penting adalah Gezit (Arab : Jiziah), ditetapkan menjadi pajak tahunan dan kaum dengan kelas atas akan membayar lebih banyak, yang kemudian akan dibagikan kepada orang orang yang tidak berpunya atau tidak punya kekayaan tanah seperti bangsa Yahudi dan kaum Kristen. Sedang pada penduduk yang berumur antara duapuluh sampai duapuluh lima tahun dibebankan pula pajak yang lain. Terlepas dari dua macam pajak diatas, sudah menjadi kebiasaan untuk memberikan hadiah sejumlah uang kepada orang yang memiliki kedudukan istimewa di dalam kerajaan guna kepentingan hari raya  penghormatan matahari yang berlaku dua kali setahun (two equinoctial festival). Oleh sebab itulah dipermulaan kelahiran Nabi Muhammad s.a.w. ditahun 570 masehi, singgasan dari tetangga-tetangga ini telah diduduki oleh orang orang yang telah membuat sejarahnya yang terkenal dengan cara caranya dalam sejarah dunia. Seperti CHUSRUANUSYIRWAN dari Iran dan JUSTINIAN dari Byzantium.

Kerajaan Rumawi Timur.

   JUSTINIAN (528-565) wafat setelah lima tahun kelahiran Muhammad s.a.w. Kemudian kerajaan yang bernama KONSTANTINOPEL diwarikan secara berturut-turut oleh: JUSTIN II (565-578) , TIBERIUS II (578-582),  MAURICE (582-602), dan PHOCAS (602-610), dan HERACLIUS (622-632) yang memerintah seluruh Madinah selama hidupnya.

   Pemerintahan tergantung pada kehendak penguasa dan rakyat pada masa itu terbagi pada sejumlah kasta-kasta seperti :

1.       Kasta Kurule, terdiri dari tuan-tuan tanah yang tidak pernah memasuki tentara serta perdagangan.

2.      Kasta Tributari. Adalah orang-orang utama di Rumawi Timur, orang-orang merdeka tetapi tidak memiliki tanah dan menjadi anggota dari berbagi kumpulan “Gilde” sebagai warisan dari orang tua.

3.       Kasta Militer.

   Tetapi semua kelas-kelas ini jatuh kedalam mangsa politik pajak yang amat menyedihkan sebagai cermin keburukan kerajaan. Seperti yang dikatakan oleh penulis : “ untuk orang-orang  yang mengerjakan sawah ladang tidak mendapat bagian tetapi semuanya untuk keperluan istana dan tentara kerajaan. Raja juga sering diberi upeti, pada mulanya suka-rela, tapi kemudian menjadi sumber penghasilan yang teratur.
   Administrasi pemerintahan menjadi urusan Raja, yang seharusnya Senat dapat mengawasi namun pada akhirnya senat menjadi badan yang tidak berguna. Justinian kembali menjadi barbar yang asli, kemudian praktek cara-cara politik kuno yang diorganisir pemerintah dengan menjatuhkan denda guna kepentingan istana. Luar biasa sekali jika banyak catatan-catatan hitam dilakukan oleh Justinian yang hingga kini terkenal sebagai yang “mengkodifikasi” hukum-hukum Rumawi kuno. Menjadi bukti sejarah Eropa Kuno dimana rakyat lebih harus dikasihani dibandingkan dimasa Juntinian karena “Orang-orang merdeka terjual untuk melepaskan diri dari pajak, sawah ladang menjadi hutan, bangunan-bangunan hancur.
   Demikian keadaan yang berlaku dengan mensita harta-benda penduduk pada daerah yang tidak berkemampuan sehingga penduduk tersebut  benar-benar terpuruk. Justinian yang maha mulia tidak hany berhenti sampai disitu. Ia membuka kantor-kantor dagang, segala macam iuran ditarik guna keperluan Raja sendiri atau permaisurinya Ratu THEODORA.
   Apa yang disebutkan toleransi sama sekali tidak ada. Malah sebelumnya penganut-penganut agama Kristen dikejar-kejar, tetapi setelah agama kristen menjadi anutan Raja, tidak ada satu batupun yang dibongkar untuk menghancurkan pengajaran yang berkelas-kelas sebagai mana dahulu, malah kepercayaan Yahudi dan seluruh kepercayaan dan aliran  yang bertentangan dengan agama yang dipeluk Raja, ditindas. Tahun 529 masehi, Justinian menutup sekolah-sekolah “ Retorika dan Filsafat” serta mensita semua kekayaannya dan dimasukan untuk kepentingannya, semua pintu-pintu Akademi Plato ditutup, LYCEUM ARISTOTELES dan STOA dari ZENO THEODOSIUS  dengan kebesarannya menghapuskan segala permaianan Olympiade yang sudah berlangsung ribuan tahun, dan dikala itu sudah banyak yang diperbudak di Athena, tak ada pendapat dan pikiran kecuali dengan izin pembesar-pembesar kerajaan. Sebagai suatu instansi dibidang keagamaan disebelah timur kerajaan, bolehlah dilakukan atas izin kaum bangsawan (PATRICIAN PHOCAS) mereka sendiri sudah terkungkung didalam batinnya yang ingin terlepas dari tindakan kekuasaan yang bertopeng Kekeristenan ketika itu. Beberapa tahun kemudian Phocas yang lain atas perintah Raja  seluruh kaun Yahudi didalam kerajaan supaya di “Baptis” kan, begitupun dimasa HERACLIUS, tak pihak yang membantu kaum Yahudi, sekalipun Heraclius memerintahkan untuk memotong kaki tangan Phocas sebelum dilakukan pemenggalan kepala. Kaum Yahudi sudah terpencil dari Yerusalem mereka dilarang bergerak lebih dari tigaratus kaki dari kota suci tersebut. Moral kerajaan sudah demikian bejatnya. Demikianlah keadaan Iran dan Rumawi Timur pada kira-kira kwartal yang ketiga dari abad keenam, dan salah seorang shli sejarah dari Timur-Tengah sangat menentang sekali adat-istiadat Gerik yang demikian rupa, hingga ia menjelaskan keadaan negara itu demikian:
“Barangkali tidak ada masyarakat didalam sejarah dari suatu negara yang mengalami demoralisasi sedemikian rupa , tidak pula ditemui diseluruh bangsa-bangsa yang terkenal seperti Gerik dan Rumawi yang sama sekali tidak mempunyai Energi dan kebaikan selama masa meninggalnya Justinian sampai masa kelahiran Muhammad s.a.w. Dendam keagamaan bertahan, tak ada seorang ahlipun yang terkesan”.

Negara-negara Arab Menjelang Islam

   Sekarang marilah kita kembali ke tanah Arab untuk meninjau apakah yang mendorong mengembangkan kepercayaan Islam. Untuk itu marilah kita cermati keadaan politik dimasa kelahiran Rasulullah sebagai orang yang memegang pemerintahan Islam. Pada saat itu bangsa Arab terbagi dalam tiga golongan besar:

1.      Arabul Baidah, daerah Hamitis wilayah utara.

2.      Arabul Aribah, turunan Semitis golongan Qahthan atau Yathan, mereka bertempat tinggal labih awal dari Arabul Baidah.

3.     Arabul Musta’rabah, keturunan dari Nabi Allah Ibrahim a.s. yang aslinya datang dari sebelah utara dan datang paling awal.

   Sebenarnya Arabul Baidah sudah lama hilang terlepas dari kelompoknya, sehingga semenanjung ini menjadi dua bagian dan dua kelompok masyarakat. Tanah Air dari Qahthaniyah ialah Yaman diselatan, sedangkan kaum Ibrahim datang dari utara. Kaum Qahthaniyah berpindah keselatan menduduki tanah Hijaz dan Yamamah bergerak jauh ke selatan mengambil tempat di Syria kemudian mendirikan kerajaan Ghassanah dekat Damaskus, kira permulaan awal masehi kerajaan ini diduduki Rumawi Barat yang beragama keristen. Kelompok lain dari Qahthaniyah menuju ke timur laut Tanah Babilonia Kuno dipinggir sungai Eufrat dan mendirikan kerajaan HIRAH sekitar tahun 195 M. Bernasib sama seperti saudaranya di Syria, Hirah pun dikuasai Iran yang kemudian disebut dengan MUNZIR.
   Kira-kira empat puluh tahun sebelum kelahiran Muhammad s.a.w. ABU QABUS NU’MAN dari Hirah mencoba untuk melepaskan diri tapi usahanya gagal, sehingga Hirah diperas oleh CHUSRU II (610).
   Seperti diketahui kerajaan Ghassanah dan Hirah tidak mengalami peran yang berarti dalam sejarah administrasi pemerintahan. Sementara Yaman yang jauh dari pusat kekuasaan Iran dapat melakukan Otonomi yang lebih luas. Mereka mengalami peperangan merebut kemerdekaan dari Kerajaan Negus Abyssinia yang Keristen sementara Yaman penganut Yahudi dipimpin oleh Yusuf Zu Nawan (529). Laut Merah amat strategis pada masa itu kerajaan. Negus dibantu oleh Byzantium dan Yaman dibantu Oleh Iran dipimpin Yemen saif. Setelaj saif meninggal maka digantikan oleh anaknya Ma’di Karab. Saat penobatannya datanglah perutusan dari berbagai penjuru Arab, salah satunya adalah Abdul Muthathalib utusan dari Mekkah yaitu kakek dari Muhammad s.a.w.
   Bangsa Semitis pada umumnya dan bangsa Arab khususnya mempunyai perasaan pribadi yang kuat sekali (strong sense of individuality) yang terkenal sejak dahulu. Tidak saja apa yang dinamai keluarga tetapi tiap pribadi dan tiap suku sangat memelihara perasaan kekeluargaan yang kuat bagi mereka. Konstruksi masyarakat Arab terdiri dari hubungan darah dan sebagai kaum Gerik kuno, tiap-tiap suku mempunyai dewa sendiri, sehingga tiap anggota suku diikat oleh suatu ibadat kedewaan. Bagi masyarakat Arab asal-usul lebih utama dari pada perasaan kebangsaan. Tiap suku dan bangsa mempunyai silsilah sendiri, menurut kebiasaan nenek moyang dari keturunan laki-laki (Patriachal), sedang dari pihak wanita dianggap hilang saja. Kepala suku dinamai syech (yang dituai). Syech bukanlah pangkat keturunan tetapi dipilih secara aklamasi saat  penggantian harus dilakukan, namun biasanya sudah ada catatan tersendiri dalam ingatan masyarakat siapa pimpinan mereka nantinya. Syech tidak harus pemberani tapi sebagai penengah (mediator), juru damai (peacemaker), sebagai pembawa pesan moral bagi yang keras kepala, ia bukanlah pemimpin tertinggi tapi adalah pembesar ulung. Bangsa Arab mempunyai negara-negara yang baik seperti: DUMATUL JUNDAL, HAJAR, ‘AMMAN, HADRALMAUT, SAN’A dan UKAZ (dekat Mekkah). Satu sama lain jauh dari keinginan untuk bersatu. Perlu diketahui bahwa negara-negara tersebut tidak memiliki kemerdekaan penuh tapi dibayangi oleh kekuasaan Iran, Byzantium atau Ethiopia. Sampai pada abad ketiga masehi, Mekkah dan hijaz selatan dikuasai oleh Qaththany Bani Khuza’ah sampai kepada Qusa’i dan sampai pada keturunan ketujuh yaitu FIHR terkenal dengan nama QURAISY. Sebagai leluhur dari bangsa yang termasyur Qusa’i mengatur pemerintahan itu sebagai pengaturan kota-kota yang maju dan membagi pemerintahan kepada lima bagian :
1.      DARUN NADWAH, senata dengan Senat sabagai badan konsultatif, yang beraggotaan kekeluargaan  terdiri dari orang-orang dipemerintahan dan penduduk yang telah berumur empat puluh tahun.

2.       LIWAA atau bendera. Emblem dari keberanian militer yang memerintah, diserahkan pada panglima        tentara pemegang komando dikala perang.

3.       RIFADHAH, yaitu tukang memberi makan orang yang kesusahan didalam waktu pekerjaan haji yang    dilakukan setiap tahun di Mina.

4.       SIQAYAH atau administrasi pengairan dari sumur yang menjadi mata air yang begitu penting kepada      bangsa Arab.

5.       HIJABAH, pemelihara kunci Ka’bah sebagai lambang kebesaran bagi mereka untuk memelihara Batu    Sakti itu dan sebagai pengawas dari sembahan kuno itu.

Sesudah Qusha’i meninggal sekitar 480 M. Timbulah pertentangan untuk menentukan siapa yang sebenarnya lebih berhak untuk memegang warisan menjaga Ka’bah sebagai suatu pekerjaan penting lagi mulia, sehingga pada permulaan abad ketujuh masehi masih ada pertentangan dalam pembagian ini, akhir warisan Ka’bah jatuh pada pecahan turun keempat  Quraisy. Pemecahan yang demikian sangat menarik bagi kita, karena nama-nama tersebut selalu ditulis dengan luasnya dalam sejarah islam.
1.   UMAR BIN KHATTAB dari garis ‘ADI yang datang dari SHIFARAH atau yang berkembang dari Quraisy dengan suku-suku dan wilayah lain

2.   HARITS BIN QAIS dari garis Hushaish yang datang dari Khazinah atau perbendaharaan umum dan keuangan.

3.      CHA-IMMAH atau pengawal majelis persenjataan yang berhak untuk mengadakan sidang majelis serta menyerukan kepada rakyat untuk mengangkat senjata, diserahkan pada KHALID BIN WALID.

4.       DIYET atau pengadilan yang dipegang oleh Abdullah bin Usman

5.       NADWAH  dan Kepala Pengairan dipegang oleh Asad Bim Abdul ‘Uzza

6.       HIJABAH DAN PENJAGA KUNCI KA’BAH dipegang Usman Bin Thalhah

7.       SIQAYAH atau pemelihara segala persediaan air dipegang oleh Abbas Bin Abdul Muththalib

8.       RIFADHAH, pemelihara golongan miskin dipegang Haris Bin ‘Amar

9.       LIWA atau pemegang hak komando tentara Quraisy dipegang oleh Abu Sufyan

10.   Pengawas Busur Sakti (Divining Arrows)  deserahkan kepada SAFWAN saudara dari Abu Sufyan.