Google+ Badge

Kamis, 03 April 2014

CABE2an menjadi LUCU2an


CABE2an/GREMPANG/PEREK/BADAK dan istilah lainnya hanyalah kata yang diplesetkan,
awalnya hanya gadis2 belia yang ingin eksis di lingkungan sebayanya yang TIDAK BEGITU MEMENTINGKAN MATERI, mereka HANYA MENGEJAR KESENANGAN.
Bahkan dengan berseloroh kita katakan mereka bisa diajak kencan dengan hanya sebungkus gado-gado, yang penting sama-sama asik.

Cabe2an denga ciri2 awal  Jins belel separuh paha, nangkring dimotor sambil cekakak cekikik gak jelas,
bertigaan, berseliweran ngabisin bensin, atau menuju tempat tongkrongan sekaligus mejeng.  
Istilah-istilahpun keluar sesuai zamannya dan hanya antar mereka yang tahu apa maksud istilah tersebut.
Menjadi lebih bermasalah, ketika diantara mereka yang berperilaku sama mempunyai tujuan berbeda yakni
(mengejar materi semata). Mirisnya sekarang ini banyak diantara mereka yang berada dalam usia sekolah dan sambil bersekolah pula menjadi CABE benaran (kalau tak ingin disebut Pe eS Ka).

Maraknya penomena Cabe2an ABG, disebabkan  oleh gencarnya godaan untuk menjadi anak gaul
yang dibalut oleh benda2 atau gaya hidup yang mungkin menurut mereka melambangkan keGAULan
(mulai dari Gatget, Busana, Sepatu, Gaya Rambut, Karaokean, Bersantap di Cafe dst-dst)
Mereka yang tak mampu bertahan dengan godaan akan terbawa kealam mimpi yang harus terwujud
akhirnya sifat HEDONISME (berperilaku serba boleh) untuk mendapatkan yang diinginkanpun dilakukan.
Mereka akan melakukan apa saja asalkan yang diimpikan terwujud, salah satunya menjadi CABE Beneran.
Cerita seperti ini akan terus ada  dengan istilah yang berbeda atau akan mengalami siklus istilah.

Sebenarnya Perilaku Menyimpang yang disebut dengan Cabe-cabean dan sejenisnya merupakan cabang dari perilaku SEX BEBAS/FREE SEX yang bertujuan kesenangan semata.Yang menyedihkan istilah Cabe-Cabean yang dibuat Guyonon oleh media atau lingkungan pergaulan bukan lagi menjadi hal yang memalukan, gadis2 ABG dipanggil "Cabe" tidak akan marah apalagi mengamuk paling-paling hanya senyum atau malah balik mengolok-olok " Lu Tuh Yang Terong" atau "Lu tuh Yang Cabe". Secara Psikologis Situasi tersebut memberi kenyamanan para penjaja sex ABG, karena tak ada penolakan terhadap Cabe2an, bahkan terkesan sebagai profesi yang menjanjikan.

Cabe Beneran atau Pekerja Sex Komersial dan sejenisnya, sekarang digeneralisir menjadi cabe2an.
sementara cabe2an seolah-olah bukan perbuatan menyimpang. bahkan CABE2an terkesan LUCU2an