Google+ Badge

Sabtu, 16 Maret 2013

Penting Ga Penting, Penting Yang Ngga Ngga

Negeri ini katanya bermoral, ramah tamah, suka gotong royong, kini hanya sebagai slogan kosong. negeri yang katanya Kaya Sumber Daya Alam tidak berbanding lurus dengan kesejahteraan yang dialami rakyatnya. Berdasarkan Sejarah, kekayaan yang dimiliki negeri ini hanya berpindah dari mereka yang memiliki kekuatan baik senjata, politik dan intrik. yang dilakukan oleh bangsa asing maupun bangsa sendiri. Kita saksikan kemiskinan semakin tampak didepan mata kita sementara segelintir orang yang berada dilingkaran kekuasaan bagitu fantastis dengan kekayaan yang dimilikinya, dan itu hasil mencuri uang rakyat dengan menggunakan kewenangan kekuasaan atau KKN. Kita sangat menyesalkan pepatah atau mungkin doa nenek moyang kita yang mengatakan "Ayam Mati Kelaparan di Lumbung Padi" (hanya ironi).

Keramahan di sebagian masyarakat kita sudah hilang dari jiwanya, kita kerap menyaksikan tauran antar kelompok mulai dari pelajar, mahasiswa, kampung, etnis/suku, bahkan politikus (kekerenan) saling berhadap-hadapan untuk saling membunuh dan menjatuhkan dan nyatanya tidak pernah berkurang bahkan intensitasnya semakin menjadi-jadi dari waktu ke waktu.

Perilaku masyarakat kita yang paling memiriskan hati kita adalah maraknya perilaku seksual menyimpang dan pembunuhan karena hal sepele dan penghilangan jejak pembunuhan dengan cara-cara yang keji. perampokan dengan senjata api ( 2 nyawa hanya karena 1 unit motor)  itu menjadi berita sehari-hari dan itu hanya menjadi berita karena kita terus mendapatkan berita semacam itu.

Apa sebenarnya yang terjadi pada sebagian masyarakat kita sebenarnya ?, saya mengira bahwa masyarakat kita sedang berada dipersimpangan jalan dimana dalam satu dekade terakhir terbebas dari pengekangan. sementara kebebasan disikapi dengan cara kebablasan. 

Contoh yang paling mencolok adalah bagaimana perilaku para politikus yang dengan gagah perkasa berhadap-hadapan dengan lawan politiknya di media yang menurut mereka dalam demokrasi hal wajar tapi bagi rakyat kebanyakan adalah suatu contoh nyata kebolehan untuk gontok-gontokan dengan caranya. 

Masyarakat akan mencontoh tingkah laku pemimpin mereka yang tengah dihinggapi penyakit serba-boleh/hedonisme/cinta dunia  dalam mencapai keinginan. seperti kekayaan yang tidak masuk akal dari para pemimpin ( masyarakat gamang antara ajaran kebaikan dan contoh buruk  para pemimpin)

Masyarakat kehilangan pegangan melihat tingkah-laku pemimpinnya yang dianggapnya lebih banyak memikirkan pribadi dan kelompoknya ketimbang memperjuangkan rakyat. Kegalauan dan kehampaan akan sosok pemimpin diungkapkan dengan perilaku yang diluar nalar.    
Bagaimana tidak harga daging meninggi ribut, harga bawang meninggi ribut, beritanya pembodohan  tidak menyajikan  sebab-sebab yang sebenarnya agar masyarakat mengerti. tapi ketika perkosaan dilakukan oleh laki-laki 2, 3, 9 orang kepada 1 orang wanita, anak melecehhkan ibu kandung dan menyetubuhi saudara kandung, bapak setubuhi anak kandung, mayat dipotong-potong kemudian di buang begitu saja, narkoba merajalela, tidak ada respon? dari sang pemimpin.  tidak ada respon atau sebenarnya ada ? dari para pemimpin untuk membereskan kerusakan moral atau memang informasinya dikorupsi hingga tak sampai ke masyarakat. karena kita tidak percaya begitu saja dengan media yang  sekarang. 

Jadi ga penting juga kali ya ?